FEAR IS A HANDFUL OF DUST

0
184

Tidak ada yang lebih manis dari kehidupan. Tidak ada yang lebih pahit dari kehidupan. Tetapi percayalah, kekelaman jua akan tersibak oleh datangnya matahari. Seperti musim kering yang diguyur hujan, seperti bunga yang bersemi di pembuka musim. Aturannya hanyalah ini; jangan benci, dengki dan jangan cemburu (jangan lupa garis bawahi).

Memaafkan memang tidak mudah, tetapi apa gunanya membenci? Apa bagusnya juga menyebar kebencian! Itu sangat tidak terpuji. Rasanya perbedaan juga tak perlu memunculkan bullying (perundungan), sebab itu sangat kejam. Jangan melihat orang lain berdasar warna kulitnya atau lurus-ikal rambutnya. Kita semua saudara, ingat pada buku antologi ceritaku yang pertama: “The Story of Marind”? Nusantara sangat indah, perbedaan yang menjadikannya Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, walau berbeda ciri dan warna kita adalah satu saudara, satu keturunan. Jangan percaya pada Asing yang berusaha mengobrak-abrik kita. Ingat, “Perbedaan adalah warna-warni yang menceriakan taman”. Perjuangan dari barat dan timur adalah untuk tunggal ika, untuk kesatuan. 

Jangan pernah cemburu pada keberhasilan orang lain, dan jangan tamak, melainkan berbagilah. Pernah mendengar pepatah ini? :

“UNTUK APA KITA HIDUP; Jika itu bukan untuk mengurangi(meringankan) kesulitan orang lain.”

( T.S. Eliot )

Jika kita merasa hidup kita dalam kesusahan, mungkin ini adalah salah satu solusinya, bantulah orang lain. Maka hidup kita juga akan dimudahkan oleh Tuhan.

***

Hidupku sangat dipengaruhi oleh angin belakangan ini. Angin sepoi menerbitkan kegembiraan, dan angin ribut menyebabkan kegelisahan. Aku seperti pohon yang rentan… ya sesungguhnya begitu. Kuat dan berani itu memang sifat namaku, tapi siapa yang tahu belakangan ini aku jadi pecundang.

Dalam menghadapi perubahan, munculnya rasa gamang adalah wajar. Sangat manusiawi, meski begitu keputusan harus diambil. And I have choosen my way. Setelahnya, aku menjadi sangat sibuk membagi hidupku dengan banyak termasuk di dalamnya pekerjaan, relationship, keluarga dan karya bersama. Ohh, aku tak bisa apa-apa tanpa dukungan dari keluargaku yang solid.

Terasa indah di permulaan: memilih gaunku sendiri, mendapatkan kain tradisional, memilihkan pakaian bagi orang tercinta, berdiskusi dengan orang-orang kesayangan terbaik di dunia, membisikkan kepada teman-teman terdekat, oh ya readers kalian juga mendengarnya loh… Doakan yang terbaik! Doa terbaik untukmu juga.

Apa lagi?? Di hutan, di gunung adalah rumah kita. Tidak menjadikan masalah karena alam adalah jiwa kita. Semakin dekat kita dengan alam, kita akan semakin membumi. Rendah hati, tidak sombong, apa pula yang disombongkan. Aku ingin lebih banyak berbagi, setidaknya melalui tulisanku, yang kuharapkan menginspirasi. Tak harus bertapa atau menepi di telaga. Jangan pergi, jangan menepi sendiri. Inspirasi bisa didapat dari mana saja. Inspirasi terbesar didapat dari diri sendiri dan dari Tuhan.

Saat ini aku berada dalam gelora akan terbitnya buku baru yang bertemakan filsafat, setelah penantian selama lebih kurang setahun. Terima kasih untuk sumbangan semangat dan ide dari lingkunganku termasuk pimpinan, diskusi seru di balik layar untuk mempertajam isi buku ini bersama dengan sahabat dan editor novel “Nujum”, aku biasa memanggilnya Mali. ‘Tuk semua pembaca Sringe jangan lupa nantikan buku terbaruku, buku ini untuk kebaikan, sama sekali tidak bertujuan menggugat Tuhan. I just deliver some messages of wisdom philosophy in a simple way, simple writing.  

~BERSAMBUNG~

*Pertanyaan, saran, dan komentar silakan di bawah ini ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here