Cintai batik dan kayu ukir

identitas bangsamu

bukan cuma aku

Kartini sudah bilang begitu

dari ratusan tahun yang lalu

 

Cintai pantaimu, lautmu, gunung, bukit, hutan, jadi paru-paru…

biar kita bisa bernafas

 

Jangan mengandalkan mesin saja

andalkan tanganmu

buat, ciptakan hal yang indah

dengan sepasang tangan itu –

bahkan kalaupun kau cuma punya satu

 

Manusia punya jiwa

jangan kau latah gunakan robot yang tak berjiwa

 

Gunakan tanganmu untuk

membikin sesuatu yang indah…

menulis,

menitik batik,

mengukir,

menyulam,

menyulap,

menanam,

melukis,

menganyam,

menyerat,

banyak kok yang bisa kau lakukan sebagai wanita

 

Jika pun kita melayani bukan karena kita pelayan

tetapi karena kita tulus melayani

 

Jika kakimu aktif jangan malu kalau

ada yang mengataimu melompat-lompat

bagai kuda

Kartini pun kuda terbang

di zamannya

 

Kenapa kita tidak boleh

berjingkat dan ancang-ancang terbang

selama kita tahu sopan santun

dan adat ketimuran

kita tidak akan bergaya kebarat-baratan

kita boleh belajar apa saja

tapi tetap bersimpuh di depan orang tua

mencium tangannya

menyentuh kakinya

 

Bangsa kita bangsa yang beradab

Berketuhanan

Bangsa yang besar

Bhinneka Tunggal Ika

bersatu

bangsa yang menghargai sejarah

bangsa yang terus belajar

dengan begitu kita dapat

menghargai kebesaran bangsa kita

dan budaya bangsa-bangsa lain

 

Semogalah kita dapat berhenti

berhutang dan ganti memberi pertolongan

dengan begitu kita dapat mewujudkan mimpi Kartini dan

mimpi seluruh pahlawan bangsa

yang kini tinggal di alam yang tak tersentuh

serta mimpi kita semua agar…

Bangsa Indonesia dapat menjadi “sesuatu”.

Baik jiwanya dan juga badannya… merdeka.

 

G. Manggis Medari Jaya YK (DS/ 22 April 2019)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here